Halaman Mungil Penuh Cinta dan Harap

Sebuah halaman dapat memperindah sebuah rumah, begitu juga sebaliknya, halaman dapat membuat rumah menjadi tampak buruk. Halaman ini diharapkan akan memperindah sebuah rumah mungil yang damai dengan cinta dan harapnya. Cinta yang bersumber dan didedikasikan pada DIA yang penuh cinta. Harap akan abadinya cinta itu hingga di jannah NYA kelak.

Detak kalA


Bahagia di halamaN

Saya, seorang manusia biasa diawal tiga dasawarsa yang dipanggil abi oleh anak-anak yang lucu: afifah hamasatunnisa, yang disebut dan menyebut dirinya dengan kakak atau iffah, lahir di bogor 4 desember 2001, ahmad alfaqih yang dipanggil Aa' atau faqih, lahir di bogor 13 april 2003, Aqil Abdurrahman, lahir di bogor 23 Januari 2005, yang menyebut dirinya sendiri ,dan kami ikuti, dengan sebutan Baba, serta Ahmad Yasin, lahir di Bogor, 10 Januari 2005, yang biasa kami panggi Acin atau Dede'. Beristrikan seorang wanita shalihah yang dipanggil ummi oleh kedua orang anaknya.


Setetes embuN

by wdcreezz.com

Nama :

Email/URL :

Kata :



Halaman tetanggA

puji balq gre lies rahman ihsan dee ami viTa adhi abu abdurrahman tyas iinanto hendra singarinjani otty diah assa_solo arifiani braunschweiger swasmi t.w. iman bril linda hidayat nikeyudi keluarga izza uyet bagas atta abhiray dey dita *)Iin adionggo ochan aisya hanum ARS dina erwin hanan ine

Embun segaR

Keajaiban Al-Qur'an Pusat Konsultasi Syariah Partai Keadilan Sejahtera Pusat Informasi Palestina Tempo Interaktif Detik Hidayatullah Media Indonesia Republika Era Muslim

Obrolan tetanggA


Kebun bungA

September 2003
November 2003
January 2004
February 2004
March 2004
April 2004
May 2004
June 2004
July 2004
August 2004
September 2004
October 2004
November 2004
December 2004
January 2005
February 2005
March 2005
May 2005
June 2005
September 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
September 2006
December 2006
January 2007
February 2007
May 2007
June 2009
May 2011

Pencinta alamI

Free Web Page Hit Counters
Sejak 11 Mei 2005



Tukang kebuN

 Blognya Indonesian Muslim Blogger�E BlogFam Community

27 February 2004


Ketika Sang Ustadz Mempermalukan Amerika Serikat

Bermula dari dimasukkannya nama LP2SI Al-Haramain kedalam daftar gabungan Organisasi Teroris dan Pendukung Teroris PBB No. 1267 berdasarkan usulan pemerintah Amerika Serikat, Dr. Hidayat Nur Wahid, sebagai ketua LP2SI Al-Haramain yang juga Ketua Umum PK Sejahtera, langsung meminta Amerika Serikat untuk mencabut yayasan yang beliau pimpin itu karena ternyata bukan merupakan cabang dari lembaga dengan nama serupa di Arab Saudi yang telah lebih dulu dimasukkan kedalam daftar. Hanya karena kesamaan nama, sekali lagi kesamaan nama, negara sebesar AS bisa melakukan kecerobohan seperti itu. Singkat cerita, kemarin Dubes Amerika bertemu dengan Dr. Hidayat Nur Wahid di Hotel Hilton, dan pemerintah Amerika Serikat mengakui kesalahannya serta dalam pekan ini akan meminta PBB untuk mencabut nama LP2SI Al-Haramain dari daftar Organisasi Teroris versi PBB, walau masih enggan minta maaf (biasa, kearoganan AS).

Dalam wawancara dengan SCTV kemarin, saya melihat sosok beliau yang sudah semakin matang sebagai seorang negarawan. Jawaban-jawaban beliau merupakan perpaduan dari kecerdasan, ketegasan, dan keberanian, tapi tetap dalam batas-batas kesantunan. Perpaduan yang jarang dimiliki oleh negarawan di Indonesia. Kecerdasan terlihat dalam jawaban-jawaban yang argumentatif dan tidak membiarkan opini penanya untuk menjebak beliau. Ketegasan dan keberanian diperlihatkan dengan tetap mempertahankan izzah dan tidak minder pada negara sebesar AS. Kesantunan beliau perlihatkan dari cara beliau bersikap dan bertindak yang tetap tidak melecehkan lawan bicara beliau. Saya jadi ingat, Eep Saefuloh Fatah pernah mengatakan bahwa negarawan yang baik itu tahu kapan harus bicara dan kapan harus diam. Pada saat itu beliau memberikan contoh ibu itu yang terlalu banyak diam, tidak bicara ketika perlu bicara, dan bapak itu yang terlalu banyak bicara, semuanya dikomentarin (maaf, karena alasan etis nama ibu itu dan bapak itu tidak saya sebutkan).

Pertemuan pertama saya dengan Dr. Hidayat Nur Wahid terjadi pada tahun 1994, ketika beliau menjadi narasumber pada Seminar Pembentukan Rumah Tangga Islami yang diadakan oleh masjid kampus. Saat itu beliau diperkenalkan sebagai seorang Doktor Aqidah yang baru saja menyelesaikan studinya di Madinah. Setelah itu, saya masih sering mendengar nama beliau dalam berbagai ceramah, dialog, tabligh akbar, dan even-even lain. Setelah saya pergi ke Palopo, Sulsel, karena keterbatasan informasi, saya kurang mendengar nama beliau. Tapi kemudian nama beliau muncul kembali ketika Partai Keadilan dideklarasikan tahun 1998. Pada kepengurusan pertama itu beliau menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Partai. Hingga kemudian beliau menduduki jabatannya sekarang ini.

Kemarin, saya lihat, sosok seorang negarawan, yang saya rasa kalau semua orang mengenalinya lebih jauh, akan mengatakan beliaulah yang dibutuhkan negara ini. Betulkah? Wallaahua'lam, walaupun saya sadar ini subyektif sekali.

duduk dihalaman 07:28