Halaman Mungil Penuh Cinta dan Harap

Sebuah halaman dapat memperindah sebuah rumah, begitu juga sebaliknya, halaman dapat membuat rumah menjadi tampak buruk. Halaman ini diharapkan akan memperindah sebuah rumah mungil yang damai dengan cinta dan harapnya. Cinta yang bersumber dan didedikasikan pada DIA yang penuh cinta. Harap akan abadinya cinta itu hingga di jannah NYA kelak.

Detak kalA


Bahagia di halamaN

Saya, seorang manusia biasa diawal tiga dasawarsa yang dipanggil abi oleh anak-anak yang lucu: afifah hamasatunnisa, yang disebut dan menyebut dirinya dengan kakak atau iffah, lahir di bogor 4 desember 2001, ahmad alfaqih yang dipanggil Aa' atau faqih, lahir di bogor 13 april 2003, Aqil Abdurrahman, lahir di bogor 23 Januari 2005, yang menyebut dirinya sendiri ,dan kami ikuti, dengan sebutan Baba, serta Ahmad Yasin, lahir di Bogor, 10 Januari 2005, yang biasa kami panggi Acin atau Dede'. Beristrikan seorang wanita shalihah yang dipanggil ummi oleh kedua orang anaknya.


Setetes embuN

by wdcreezz.com

Nama :

Email/URL :

Kata :



Halaman tetanggA

puji balq gre lies rahman ihsan dee ami viTa adhi abu abdurrahman tyas iinanto hendra singarinjani otty diah assa_solo arifiani braunschweiger swasmi t.w. iman bril linda hidayat nikeyudi keluarga izza uyet bagas atta abhiray dey dita *)Iin adionggo ochan aisya hanum ARS dina erwin hanan ine

Embun segaR

Keajaiban Al-Qur'an Pusat Konsultasi Syariah Partai Keadilan Sejahtera Pusat Informasi Palestina Tempo Interaktif Detik Hidayatullah Media Indonesia Republika Era Muslim

Obrolan tetanggA


Kebun bungA

September 2003
November 2003
January 2004
February 2004
March 2004
April 2004
May 2004
June 2004
July 2004
August 2004
September 2004
October 2004
November 2004
December 2004
January 2005
February 2005
March 2005
May 2005
June 2005
September 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
September 2006
December 2006
January 2007
February 2007
May 2007
June 2009
May 2011

Pencinta alamI

Free Web Page Hit Counters
Sejak 11 Mei 2005



Tukang kebuN

 Blognya Indonesian Muslim Blogger�E BlogFam Community

13 February 2004

Republik Ayam

Disebuah galaksi, yang jaraknya triliunan tahun cahaya dari galaksi kita, ada sebuah planet yang mirip dengan planet bumi. Planet itu bernama Planet Kebon Binatang. Ya, semua negeri yang ada di planet itu dinamai dengan nama binatang.
Disana, ada sebuah negeri yang bernama Negara Republik Ayam. Dahulu negeri ini bernama Republik Burung Gagah. Dahulu juga negeri ini memiliki sumber alam yang melimpah ruah dan disegani oleh negeri-negeri lain. Tapi, ketika negeri ini dipimpin oleh pemimpin-pemimpin yang korup, habislah sumber alam negeri ini. Yang tersisa, dan menjadi kehidupan negeri ini tinggallah ayam. Ayam berarti kehidupan.
Penduduk negeri ini sudah lama mafhum, keadilan sudah lama mati di negeri mereka. Hukum hanya bisa bertindak tegas terhadap orang-orang kecil. Seperti seorang maling yang mencuri seekor ayam karena kepepet, dia bisa diganjar hukuman bertahun-tahun penjara setelah dipermak dulu di kantor keamanan. Tapi, penduduk ini masih mengharapkan adanya rasa keadilan, ketika seorang pembesar negeri menggelapkan 40 milyar ekor ayam dari gudang negara. Mereka berharap rasa keadilan masih dimiliki para pengadil dinegeri mereka, sehingga bisa memberikan sedikit kesejukan.
Tapi, harapan mereka musnah ketika pembesar negeri itu dibebaskan. Ternyata, rasa keadilan pun sudah tidak ada. Rasa itu sudah mati. Penduduk Republik Ayam sudah kehilangan harapan karena para pembesar negeri sudah benar-benar mati rasa.
Penduduk Republik Ayam kini menjadi faham mengapa para pemuda negeri, yang bersemangat mengembalikan kebesaran Republik Burung Gagah menyerukan:

Potong Satu Generasi!!!

Ya, potong satu generasi yang sudah mati rasa, sebelum generasi itu membusuk dan menjalar keseluruh negeri.

Bangkit!!!
Lawan!!!
Hancurkan Tirani!!!


Tirani yang dikawal oleh preman-preman berseragam. Yang selalu bertindak brutal kepada para pemuda negeri yang menginginkan kembalinya Republik Burung Gagah!

Mari kita berdo’a dan berharap kepada Allah Yang Maha Adil dan Kuasa, agar kejadian di Republik Ayam tidak terjadi di Republik Indonesia tercinta ini…

duduk dihalaman 07:58