Halaman Mungil Penuh Cinta dan Harap

Sebuah halaman dapat memperindah sebuah rumah, begitu juga sebaliknya, halaman dapat membuat rumah menjadi tampak buruk. Halaman ini diharapkan akan memperindah sebuah rumah mungil yang damai dengan cinta dan harapnya. Cinta yang bersumber dan didedikasikan pada DIA yang penuh cinta. Harap akan abadinya cinta itu hingga di jannah NYA kelak.

Detak kalA


Bahagia di halamaN

Saya, seorang manusia biasa diawal tiga dasawarsa yang dipanggil abi oleh anak-anak yang lucu: afifah hamasatunnisa, yang disebut dan menyebut dirinya dengan kakak atau iffah, lahir di bogor 4 desember 2001, ahmad alfaqih yang dipanggil Aa' atau faqih, lahir di bogor 13 april 2003, Aqil Abdurrahman, lahir di bogor 23 Januari 2005, yang menyebut dirinya sendiri ,dan kami ikuti, dengan sebutan Baba, serta Ahmad Yasin, lahir di Bogor, 10 Januari 2005, yang biasa kami panggi Acin atau Dede'. Beristrikan seorang wanita shalihah yang dipanggil ummi oleh kedua orang anaknya.


Setetes embuN

by wdcreezz.com

Nama :

Email/URL :

Kata :



Halaman tetanggA

puji balq gre lies rahman ihsan dee ami viTa adhi abu abdurrahman tyas iinanto hendra singarinjani otty diah assa_solo arifiani braunschweiger swasmi t.w. iman bril linda hidayat nikeyudi keluarga izza uyet bagas atta abhiray dey dita *)Iin adionggo ochan aisya hanum ARS dina erwin hanan ine

Embun segaR

Keajaiban Al-Qur'an Pusat Konsultasi Syariah Partai Keadilan Sejahtera Pusat Informasi Palestina Tempo Interaktif Detik Hidayatullah Media Indonesia Republika Era Muslim

Obrolan tetanggA


Kebun bungA

September 2003
November 2003
January 2004
February 2004
March 2004
April 2004
May 2004
June 2004
July 2004
August 2004
September 2004
October 2004
November 2004
December 2004
January 2005
February 2005
March 2005
May 2005
June 2005
September 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
September 2006
December 2006
January 2007
February 2007
May 2007
June 2009
May 2011

Pencinta alamI

Free Web Page Hit Counters
Sejak 11 Mei 2005



Tukang kebuN

 Blognya Indonesian Muslim Blogger�E BlogFam Community

14 July 2004

Al-Qur'an adalah Kalamullah

Berikut adalah pendapat yang pernah saya publikasikan dalam sebuah milis untuk menanggapi tulisan yang berpendapat bahwa Al-Qur'an ditulis Muhammad berdasarkan pengaruh seorang budak nasrani bernama Ibnu Qumta. Tulisan ini telah diperbaiki dan ditambahkan seperlunya. Semoga ada manfaatnya.

Ide-ide dan wacana untuk mendiskreditkan Islam dan Al-Qur'an sudah bukan barang baru dan "lagu lama" yang coba digulirkan oleh orang-orang yang tidak suka kepada Islam, terutama dari kalangan orientalis. Bahkan, jauh sebelum itu, Rasulullah saw sudah dituduh sebagai tukang sihir, ketika mulai mendakwahkan Islam dan menyebarkan wahyu Allah tersebut. Ide dasar wacana ini adalah untuk menghilangkan keyakinan bahwa Al-Qur'an itu adalah firman Allah, diturunkan derajatnya menjadi bahwa Al-Qur'an itu hanyalah buatan Muhammad, yang bisa salah, dan Muhammad itu membuat Al-Qur'an tentunya dipengaruhi oleh orang-orang disekelilingnya. Oleh karena itu, Allah menantang kepada manusia untuk membuat satu surat saja, seperti dalam Al-Qur'an, tetapi, dari dulu sampai sekarang tidak pernah ada yang bisa memenuhi tantangan tersebut. Termasuk juga wacana yang menyebut bahwa Al-Qur'an sekarang sudah tidak lengkap, karena ada ayat-ayat yang disembunyikan, Al-Qur'an adalah makhluk, yang oleh karenanya sebagaimana makhluk lain tidak sempurna, juga merupakan bagian dari konspirasi untuk melemahkan Islam. Dan upaya-upaya ini tidak akan pernah berhenti sampai akhir jaman sebagai bagian dari perseteruan Al-Haq dan Al-Bathil. Kalau mau baca, ada sebuah buku bagus yang berjudul "Qur'an, Bibel, dan Sains Modern" karangan seorang ilmuwan Perancis, Maurice Bucelle yang memperlihatkan bahwa Al-Qur'an itu mustahil dibuat oleh seorang manusia 14 abad yang lampau.

"Mereka mencoba memadamkan cahaya Allah dengan tangan-tangan mereka, dan Allah akan menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir membencinya. Dialah (Allah) yang mengutus seorang Rasul kepada mereka dengan Al-Huda (Petunjuk/Al-Qur'an) dan agama yang haq yang akan dimenangkan-Nya terhadap agama-agama lain, walaupun orang-orang musyrik membencinya" As-Shaf (61) : 8-9.

Sebetulnya, kalau kita mempelajari Sirah Nabawiyah, kita bisa melihat bagaimana Allah telah mempersiapkan Muhammad sebagai Rasul bahkan semenjak sebelum kelahiran Beliau, dengan kondisi-kondisi yang telah diatur-Nya. Untuk lebih lengkap bisa dipelajari di buku "Sirah Nabawiyah" jilid 1 karangan Said Ramadhan Al-Buthi atau di "Sirah Nabawiyah" karangan Syaikh Al-Mubarakfury.

Wallaahu a'lam bisshawab.

Ini untuk menanggapi bahwa agama bertentangan dengan ilmu pengetahuan.

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Islam tidak perlu dan tidak akan bertentangan dengan ilmu pengetahuan, dan, sudah terbukti, bahwa tidak ada satupun ayat Al-Qur'an yang menyalahi pengetahuan modern, bahkan ilmu pengetahuan modern semakin memperkuat kebenaran Al-Qur'an (Bisa dibaca antara lain di buku yang sudah saya sebut di posting terdahulu dan di buku-buku karangan Harun Yahya). Kecuali teori Evolusi, yang mencoba menyangkal kejadian penciptaan manusia dalam Al-Qur'an, yang kemudian dibantah oleh Harun Yahya dalam buku "Runtuhnya Teori Evolusi" dengan bukti yang tak terbantahkan, tapi kurang dipublikasikan, karena bertentangan dengan ide-ide sekulerisme yang saat ini menguasai dunia. Islam sendiri sangat menghargai orang-orang yang berilmu dan disertai dengan iman, dan mendudukkannya diderajat yang lebih tinggi dibandingkan orang lain. Dan, kalau kita mau jujur dengan sejarah, kemajuan IPA dan eksakta sudah terjadi sebelum abad ke-16 dengan dipelopori oleh ilmuwan-ilmuwan Islam. Untuk contoh kecil, istilah-istilah aljabar, kimia, dsb. berasal dari khazanah Islam. Atau, ketika Ummat Islam sudah berkelana dan berlayar dengan berpanduan pada ilmu falaq (perbintangan), orang-orang Eropa masih memiliki keyakikan bahwa bumi itu seperti sebuah piringan dan bumi adalah pusat tata surya. Ilmuwan yang mewartakan bahwa bumi beredar mengelilingi matahari seperti Nicolai Copernicus dan Galileo Galilei malah dihukum mati oleh kaum agamawan, karena bertentangan dengan keputusan agama. Umat Islam justru mengalami kemunduran setelah bersinggungan dengan ilmu filsafat yang berasal dari Yunani, yang pada akhirnya semakin menjauhkan umat Islam dari agamanya. Tidak salah ada yang
mengungkapkan bahwa kemunduran umat Islam terjadi ketika mereka meninggalkan agamanya, saat dimana orang-orang Eropa mulai "menemukan" kemajuan ilmu pengetahuan yang selama ini dikungkung oleh agama mereka.

Yang ini untuk menanggapi bahwa kekuasaan Allah telah ditransformasikan kepada Nabi, sehingga Nabi lebih besar dari Allah.

Tidak benar, sama sekali tidak benar, bahwa agama Islam lebih menonjolkan Nabi ketimbang Allah. Kalimat Syahadat dimulai dengan persaksian dan sumpah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, baru dilanjutkan dengan persaksian bahwa Muhammad adalah seorang Rasul Allah. Bila ketika bicara pengamalan Islam, kita merujuk pada Muhammad, itu sesuatu yang wajar, karena beliau lah yang diutus oleh Allah, melalui Beliau lah Allah menyampaikan firman-Nya, dan Beliau juga yang berhubungan dengan Jibril, 'alaihissalam, sebagai penyampai firman-Nya. Alangkah tidak logis ketika kita bicara Islam, kita merujuk pada, misalnya, Charles Kurzman, Darwin, Karl Marx, dll. Tetapi itu semua tidak berarti kekuasaan Allah ditransformasikan kepada diri Muhammad. Sebagai contoh, apa yang dilakukan oleh Rasulullah yang memanggil semua orang yang mampu, tetapi tidak ikut bersama Beliau dalam ekspedisi ke Tabuk. Orang-orang munafik membuat alasan-alasan yang bermacam-macam, walaupun semua orang tahu pada saat itu mereka hanya berdusta, tapi Beliau saw mengiakan saja, dan menyerahkan semuanya kepada Allah. Bahkan untuk urusan-urusan keduniaan yang bersifat teknis, beliau mengatakan bahwa masing-masing kita lebih tahu mengenai hal itu.

Wallaahu a'lam bisshawab.
Hadaanallaahu wa iyyaakum ajma'iin.

duduk dihalaman 11:57