Halaman Mungil Penuh Cinta dan Harap

Sebuah halaman dapat memperindah sebuah rumah, begitu juga sebaliknya, halaman dapat membuat rumah menjadi tampak buruk. Halaman ini diharapkan akan memperindah sebuah rumah mungil yang damai dengan cinta dan harapnya. Cinta yang bersumber dan didedikasikan pada DIA yang penuh cinta. Harap akan abadinya cinta itu hingga di jannah NYA kelak.

Detak kalA


Bahagia di halamaN

Saya, seorang manusia biasa diawal tiga dasawarsa yang dipanggil abi oleh anak-anak yang lucu: afifah hamasatunnisa, yang disebut dan menyebut dirinya dengan kakak atau iffah, lahir di bogor 4 desember 2001, ahmad alfaqih yang dipanggil Aa' atau faqih, lahir di bogor 13 april 2003, Aqil Abdurrahman, lahir di bogor 23 Januari 2005, yang menyebut dirinya sendiri ,dan kami ikuti, dengan sebutan Baba, serta Ahmad Yasin, lahir di Bogor, 10 Januari 2005, yang biasa kami panggi Acin atau Dede'. Beristrikan seorang wanita shalihah yang dipanggil ummi oleh kedua orang anaknya.


Setetes embuN

by wdcreezz.com

Nama :

Email/URL :

Kata :



Halaman tetanggA

puji balq gre lies rahman ihsan dee ami viTa adhi abu abdurrahman tyas iinanto hendra singarinjani otty diah assa_solo arifiani braunschweiger swasmi t.w. iman bril linda hidayat nikeyudi keluarga izza uyet bagas atta abhiray dey dita *)Iin adionggo ochan aisya hanum ARS dina erwin hanan ine

Embun segaR

Keajaiban Al-Qur'an Pusat Konsultasi Syariah Partai Keadilan Sejahtera Pusat Informasi Palestina Tempo Interaktif Detik Hidayatullah Media Indonesia Republika Era Muslim

Obrolan tetanggA


Kebun bungA

September 2003
November 2003
January 2004
February 2004
March 2004
April 2004
May 2004
June 2004
July 2004
August 2004
September 2004
October 2004
November 2004
December 2004
January 2005
February 2005
March 2005
May 2005
June 2005
September 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
September 2006
December 2006
January 2007
February 2007
May 2007
June 2009
May 2011

Pencinta alamI

Free Web Page Hit Counters
Sejak 11 Mei 2005



Tukang kebuN

 Blognya Indonesian Muslim Blogger�E BlogFam Community

02 July 2004

Doakan saja, Kawan

Hari Ahad kemarin, Faqih b-a-b beberapa kali. Hari Senin pagi, dibawa kedokter anak. Diberi obat dan pesan kalau b-a-b nya lebih dari enam kali, segera dibawa ke rumah sakit, khawatir dehidrasi. Senin itu, sampai malam, dia b-a-b tujuh kali. Tapi, tidak ada tanda-tanda kalau dia sakit. Dia tetap terlihat ceria dan bermain dengan lincah. Tidak lemah dan lemas. Selasa, dari pukul 03.30 sampai 07.00, Faqih sudah lima kali b-a-b, bahkan dua yang terakhir hanya air yang keluar. Diputuskan untuk membawa ke rumah sakit. Ada dua alternatif, yang dekat atau yang agak jauh. Yang dekat, rumah sakit swasta dengan fasilitas bagus, tapi mensyaratkan safe deposit sebelum masuk yang jumlahnya lumayan, bahkan untuk kelas 3 sekalipun. Saat itu kami tidak pegang uang. Uang yang ada sudah kami pakai untuk perbaikan rumah beberapa hari sebelumnya. Cari pinjaman pun saat itu tidak sampai untuk menutupi safe deposit. Yang agak jauh, rumah sakit pemerintah dengan fasilitas dan pelayanan yang tahu sendirilah. Akhirnya diputuskan, mengingat kondisi keuangan, untuk membawa ke rumah sakit pemerintah, yang agak jauh.

Maka pergilah kami berempat naik motor kesana. Tiba disana Faqih masuk Instalasi Gawat Darurat dan kemudian disarankan untuk rawat inap. Kemudian saya mengurus administrasi dan memperoleh perlakuan yang tidak mengenakkan dari petugas disana. Memang saya belum pernah mendaftar disana, tapi itu bukan alasan untuk diperlakukan seenaknya dan tidak sopan. Apa lagi kondisi psikologis, terutama yang membawa pasien gawat darurat, sedang tidak bagus. Apalagi saat kesana saya sambil mengurus Iffah. Sempat kesabaran saya habis dan bersuara agak keras dan tegas, baru dia diam. Seharusnya, untuk petugas dirumah sakit, bila tidak bisa berempati atau bersimpati, tidak usah menambah beban pasien dan keluarganya dengan perlakuan tidak enak dan tidak pada tempatnya. Apalagi rumah sakit pemerintah. Mereka sudah dibayar oleh rakyat untuk melayani rakyat. Toh, saya kesanapun membayar.

Setelah itu Faqih diinfus. Pergelangan tangannya diikat kayu agar tidak bergerak. Masuk ke ruangan rawat, Faqih menjadi pasien paling segar. Selalu bermain-main. Merasa ada yang aneh dengan tangannya (seperti ada pemukul nempel hehehe...), dia pukul kesana-sini hingga menjadi ramai. Selain paling segar, juga paling bandel. Tidak pernah mau diukur suhu di ketiak. Mungkin dia rasa geli. Waktu malam, sebagian besar pasien anak lain rewel, dia tidur dengan nyenyak. Alhamdulillah, besoknya Faqih boleh pulang setelah menghabiskan tiga botol infus. Sekarang dia kembali kerumah dan sedang menjalani masa pemulihan.

Doakan saja kawan, mudah-mudahan dia cepat sembuh dan sehat seperti sedia kala.

duduk dihalaman 14:24