Halaman Mungil Penuh Cinta dan Harap

Sebuah halaman dapat memperindah sebuah rumah, begitu juga sebaliknya, halaman dapat membuat rumah menjadi tampak buruk. Halaman ini diharapkan akan memperindah sebuah rumah mungil yang damai dengan cinta dan harapnya. Cinta yang bersumber dan didedikasikan pada DIA yang penuh cinta. Harap akan abadinya cinta itu hingga di jannah NYA kelak.

Detak kalA


Bahagia di halamaN

Saya, seorang manusia biasa diawal tiga dasawarsa yang dipanggil abi oleh anak-anak yang lucu: afifah hamasatunnisa, yang disebut dan menyebut dirinya dengan kakak atau iffah, lahir di bogor 4 desember 2001, ahmad alfaqih yang dipanggil Aa' atau faqih, lahir di bogor 13 april 2003, Aqil Abdurrahman, lahir di bogor 23 Januari 2005, yang menyebut dirinya sendiri ,dan kami ikuti, dengan sebutan Baba, serta Ahmad Yasin, lahir di Bogor, 10 Januari 2005, yang biasa kami panggi Acin atau Dede'. Beristrikan seorang wanita shalihah yang dipanggil ummi oleh kedua orang anaknya.


Setetes embuN

by wdcreezz.com

Nama :

Email/URL :

Kata :



Halaman tetanggA

puji balq gre lies rahman ihsan dee ami viTa adhi abu abdurrahman tyas iinanto hendra singarinjani otty diah assa_solo arifiani braunschweiger swasmi t.w. iman bril linda hidayat nikeyudi keluarga izza uyet bagas atta abhiray dey dita *)Iin adionggo ochan aisya hanum ARS dina erwin hanan ine

Embun segaR

Keajaiban Al-Qur'an Pusat Konsultasi Syariah Partai Keadilan Sejahtera Pusat Informasi Palestina Tempo Interaktif Detik Hidayatullah Media Indonesia Republika Era Muslim

Obrolan tetanggA


Kebun bungA

September 2003
November 2003
January 2004
February 2004
March 2004
April 2004
May 2004
June 2004
July 2004
August 2004
September 2004
October 2004
November 2004
December 2004
January 2005
February 2005
March 2005
May 2005
June 2005
September 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
September 2006
December 2006
January 2007
February 2007
May 2007
June 2009
May 2011

Pencinta alamI

Free Web Page Hit Counters
Sejak 11 Mei 2005



Tukang kebuN

 Blognya Indonesian Muslim Blogger�E BlogFam Community

16 July 2004

Ngadem

Untuk yang tinggal didaerah panas, banyak cara untuk ngadem. Mulai dari cara yang konvensional sampai yang sangat tidak konvensional. Yang konvensional bisa dengan AC atau kipas angin. Agak repot kalau tidak mampu pasang AC tapi kalau kena kipas angin mudah masuk angin. Seperti saya inilah.

Untuk yang inkonvensional, bermacam cara dilakukan. Sewaktu saya masih di Palopo, yang kata orang mataharinya ada dua, karena panasnya, ada teman kantor yang memasang kipas angin di kolong meja kerjanya. Jadi, semilir angin selalu ada dari bawah dan nyamuk juga pergi dari kolong meja. Kebetulan kipas anginnya sudah agak rusak, hingga tidak terlalu kencang lagi. Saya pernah coba ketika istirahat siang duduk di meja itu. Memang amat nyaman untuk duduk-duduk sambil tidur. Ada juga yang memilih untuk tidur dikolong tempat tidur dengan beralaskan lantai. Di Palopo, umumnya (kalau tidak semuanya), bangunan menggunakan seng gelombang. Bisa dibayangkan bagaimana panasnya kalau siang. Dan, masih banyak yang belum menggunakan plafon. Kawan saya yang asal Jakarta itu (padahal Jakarta sudah panas), selalu kepanasan kalau mau tidur siang di rumah. Jadi, untuk menghindari panas dari atas (padahal rumahnya sudah pakai plafon), dia memilih untuk tidur di kolong tempat tidur beralaskan lantai langsung. Ngadem. Saya ketika disana, cara favorit untuk ngadem, sering pergi ke sungai yang airnya jernih. Tempat itu namanya Latuppa. Sekitar 10 menit naik motor, bisa pilih tempat, bawa bekal makan dan minuman dingin. Ketika belum menikah, saya biasa pergi kesana seorang diri. Bawa makanan ringan, minuman dingin, dan bacaan. Cari tempat yang teduh. Nyepi. Lebih asik lagi kalau pas lagi musim durian, makan durian yang murah-murah sambil berendam.

Cara yang dipilih Iffah dan Faqih untuk ngadem juga mungkin terhitung inkonvensional. Iffah senang mengunyah es batu. Kalau saya ngambil es batu untuk minuman dingin, dia pasti sudah siap berdiri disamping untuk minta jatah. Kalau tukang es krim lewat depan rumah, dia biasa teriak dari dalam "Sudah ada es batu Bang..." (ini mah pasti diajarin Ummi :D). Kalau Faqih lain lagi. Dia lebih memilih ngadem dengan duduk didalam kulkas. Bukan duduk didepan kulkas, tapi didalam kulkas! Kalau pintu kulkas terbuka pasti langsung dia duduki bagian bawah kulkas yang agak menonjol keluar dan duduk dengan punggung menghadap kedalam kulkas. Untung dia belum bisa buka kulkas sendiri. Kalau sudah bisa, tampaknya kulkas harus sering dikunci :).

duduk dihalaman 13:27