Halaman Mungil Penuh Cinta dan Harap

Sebuah halaman dapat memperindah sebuah rumah, begitu juga sebaliknya, halaman dapat membuat rumah menjadi tampak buruk. Halaman ini diharapkan akan memperindah sebuah rumah mungil yang damai dengan cinta dan harapnya. Cinta yang bersumber dan didedikasikan pada DIA yang penuh cinta. Harap akan abadinya cinta itu hingga di jannah NYA kelak.

Detak kalA


Bahagia di halamaN

Saya, seorang manusia biasa diawal tiga dasawarsa yang dipanggil abi oleh anak-anak yang lucu: afifah hamasatunnisa, yang disebut dan menyebut dirinya dengan kakak atau iffah, lahir di bogor 4 desember 2001, ahmad alfaqih yang dipanggil Aa' atau faqih, lahir di bogor 13 april 2003, Aqil Abdurrahman, lahir di bogor 23 Januari 2005, yang menyebut dirinya sendiri ,dan kami ikuti, dengan sebutan Baba, serta Ahmad Yasin, lahir di Bogor, 10 Januari 2005, yang biasa kami panggi Acin atau Dede'. Beristrikan seorang wanita shalihah yang dipanggil ummi oleh kedua orang anaknya.


Setetes embuN

by wdcreezz.com

Nama :

Email/URL :

Kata :



Halaman tetanggA

puji balq gre lies rahman ihsan dee ami viTa adhi abu abdurrahman tyas iinanto hendra singarinjani otty diah assa_solo arifiani braunschweiger swasmi t.w. iman bril linda hidayat nikeyudi keluarga izza uyet bagas atta abhiray dey dita *)Iin adionggo ochan aisya hanum ARS dina erwin hanan ine

Embun segaR

Keajaiban Al-Qur'an Pusat Konsultasi Syariah Partai Keadilan Sejahtera Pusat Informasi Palestina Tempo Interaktif Detik Hidayatullah Media Indonesia Republika Era Muslim

Obrolan tetanggA


Kebun bungA

September 2003
November 2003
January 2004
February 2004
March 2004
April 2004
May 2004
June 2004
July 2004
August 2004
September 2004
October 2004
November 2004
December 2004
January 2005
February 2005
March 2005
May 2005
June 2005
September 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
September 2006
December 2006
January 2007
February 2007
May 2007
June 2009
May 2011

Pencinta alamI

Free Web Page Hit Counters
Sejak 11 Mei 2005



Tukang kebuN

 Blognya Indonesian Muslim Blogger�E BlogFam Community

16 December 2004

Placenta Previa

Placenta Previa
Apa hikmah yang ditunjukkan oleh Sang Pencipta, hingga kami, tepatnya istriku, berkali-kali menghadapi masalah dengan plasenta?

Pada kehamilan pertama istriku, bakal buah hati yang begitu didambakan setiap pasangan, awalnya berjalan normal. Bulan pertama dan kedua rutin periksa ke dokter, satu-satunya dokter kandungan di kota tempat kami tinggal saat itu, sebuah kota kecil di pelosok Sulawesi Selatan. Bulan ketiga terlewat, bulan keempat, ketika periksa, sebuah vonis jatuh: kandungan yang selama ini dijaga dan dirawat dengan penuh kasih sayang dan perhatian adalah mola, atau lebih dikenal dengan hamil anggur. Suatu kondisi dimana janin tidak berkembang dan mati, sementara plasenta yang terus memperoleh asupan makanan terus berkembang, melebihi perkembangan janin dengan usia yang sama. Mola empat bulan sudah seperti hamil enam bulan. Dengan penuh kesedihan kami terima vonis ini, dan istriku harus menjalani curretage, dua kali, hingga yakin benar bahwa tidak ada lagi mola tersisa.

Masalah plasenta berikutnya kami hadapi ketika proses kelahiran anak kami yang kedua, Ahmad Alfaqih. Selesai persalinan, plasenta tidak juga mau keluar, sehingga harus diambil tindakan placenta manual, yang tentunya menambah biaya persalinan :)

Kini, kami harus sekali lagi menghadapi ujian Allah berkaitan dengan plasenta ini. Semalam, usai USG di sebuah klinik, terlihat bahwa plasenta bakal anak kami menutupi pintu keluarnya, atau dalam istilah medis disebut dengan placenta previa. Bila sampai saat kelahiran tiba, kurang lebih sebulan lagi, keadaan masih seperti ini, harus dilakukan proses kelahiran dengan operasi cesar, yang sangat ditakuti istriku. Sekarang kami mencoba mencari second opinion dari tempat lain.

Duhai sahabat halaman mungil, do'akan agar anak kami ini nanti bisa dilahirkan dengan normal. Dan, kami mohon, apabila ada yang memiliki informasi seputar Placenta Previa ini bisa diinformasikan kepada kami melalui email abu_iffah2001@yahoo.com

PS : Untuk Nuni di Perth, kami sudah coba kirim email, tetapi mengapa selalu failure?

duduk dihalaman 17:25


09 December 2004

Lembur

Lembur. Apa yang dilakukan? Biasa, hanya menunggu. Itu yang membosankan. Secara garis besar, lembur untuk membuat laporan ini menghasilkan dua macam laporan. Sebut saja laporan 1 dan laporan 2, yang masing-masing dikerjakan oleh sebuah tim. Laporan 1 dikerjakan setelah laporan dari daerah masuk semua. Laporan 2 baru mulai dikerjakan setelah laporan 1 selesai. Saya bergabung dengan tim yang membuat laporan 2. Sementara tim laporan 1 baru bisa bekerja setelah laporan terakhir masuk, yang tadi malam pukul 23.00. Berarti selama itu saya harus menunggu. Berikut sedikit sketsa apa yang saya kerjakan semalam.

Masih Semangat
Awal lembur, masih terlihat segar. Masih terlihat semangat didepan komputer dengan pakaian kerja yang masih rapi. Senyum masih enteng :) Rekan kerja pun masih semangat semua. Ayo, semangat >:>

Mulai Gerah
AC sentral sudah dimatikan. Tega banget :) Suasana terasa panas, sudah, buka kemeja saja. Terlihat kemeja disampir dikursi sebelah kanan. Sementara, sang pegawai masih asyik browsing internet yang semakin malam semakin kencang. Tetap semangat :D

Turun Semangat
Terlihat di latar belakang, tim laporan 1 mulai bekerja menyusun laporan yang telah dicetak. Waktu menunjukkan antapa pukul 23.30 - 24.00. Mata sudah mulai berat. Rasa bosan mulai merayap menuju puncak. Komputer sudah tidak lebih menarik dari segelas kopi susu hangat. Hanya sayang, air minum diruangan habis. Galon air mineral semuanya teronggok kosong, menambah berat rasa bosan.

Terkapar
Akhirnya, terkapar juga. Sementara itu tim laporan 1 masih terus bekerja. Malam semakin larut. Tidur dulu saja, sambil menunggu mulai bekerja.

duduk dihalaman 09:10


06 December 2004

Maaf, Koneksi Lambat

layaknya kura-kura berjalan
Seperti yang sudah saya informasikan di posting terdahulu, ternyata, lambatnya koneksi membuat saya terhambat dalam melaksanakan banyak hal yang biasa saya lakukan. Susah buka email, blogwalking, menjawab shoutbox, mengisi shoutbox, dll. Alhamdulillah, posting masih bisa walau lambat sekali dan berkali-kali gagal buka blogger dot com.

Buat Nuni di Perth, yang mengi shoutbox, maaf, saya jawab disini saja. Ummu Iffah itu Lenny, atau kalau di Makassar lebih dikenal dengan Neneng. Kalau tidak salah, suami Anti, Irfan Syamsudin, menjadi MC ketika kami menikah. Bagaimana kabarnya? Sudah dapat momongan? Bila mau berkirim kabar, Anti bisa mengisi shoutbox dengan mencantumkan alamat email, nanti, insya Allah, bisa saya kirim kabar via email. Salam hangat dari kami sekeluarga di tanah air.

duduk dihalaman 15:18


01 December 2004

Tour of Duty

pasukan tour of duty

Pindah tugas buat kroco seperti saya biasa saja. Tidak perlu SK, cukup nota dinas juga jadi. Apalagi seorang pembosan seperti saya, pindah meja itu anugrah. Saya pertama kali bertugas di Palopo, sebuah kota kecil di pelosok Sulawesi Selatan. Kurang lebih lima tahun disana, saya hanya merasakan dua kali pindah meja. Meja pertama saya duduki, tiduri, dan saya pakai kerja selama tiga tahun. Sebenarnya sejak tahun kedua saya sudah mengajukan permohonan pindah dari meja ini ke atasan. Saya tahu meja yang saya tempati banyak yang berminat. Katanya sih tempat basah. Tapi, rupanya sang atasan masih berat melepas saya. Alhasil, baru tahun berikutnya saya dipindah kemeja lain. Meja yang saya nikmati, karena dilengkapi sebuah mesin yang bernama komputer diatasnya. Lebih enak berurusan dengan mesin dalam bidang kerja saya saat itu. Mesin tidak pernah ngejar-ngejar kerjaan :) Selain itu, pas saya pegang itu mesin, ada diklat aplikasi baru di Bandung. Lumayan, pulang kampung gratis tis tis. Tidak terasa, dua tahun saya duduki meja bermesin ini, sampai tiba dipindahkan ke Bandung.

Di Bandung, instansi yang berurusan dengan data dan, tentu saja setiap meja ada mesin!! Harapan untuk bekerja dibidang teknis dengan meja bermesin rupanya tidak kesampaian. Disini saya ditempatkan mengurus administrasi. Tepatnya ngurusin gaji pegawai. Bagi sebagian orang, bekerja disini (baca: seksi keuangan), mungkin merupakan impian. Katanya sih, sekali lagi, tempat basah untuk ukuran kantor saya. Kurang lebih setahun, terjadi reorganisasi, dan kantor saya dipindah ke Jakarta. Disini saya pindah ke bagian yang mengharuskan saya duduk didepan mesin terus. Lalu lintas data dari kantor di daerah harus terpantau. Sekitar delapan bulan kemudian, saya lulus test untuk melanjutkan pendidikan.

Sepulangnya pendidikan, rupanya saya telah berpindah meja, ke meja lain yang mengurusi data base. Sepekan kemudian, datang lagi panggilan diklat. Sepulang diklat, rupanya meja telah berpindah lagi. Kali ini di bagian yang mengolah data. Sekitar empat bulan kemudian saya dipindah lagi ke seksi lain, masih pengolahan data, tapi di seksi yang lain. Bisa dikatakan sayalah pegawai paling mobile di kantor ini :)

Ada yang menarik dari kantor saya di Jakarta ini. Banyak teman yang menginap di kantor. Selain itu, suasana pun sangat-sangat santai. Terlebih suasana menjelang reorganisasi besar-besaran sekarang ini. Atasan jarang ditempat. Pekerjaan nyaris tidak ada. Mau masuk atau tidak sama sekali tidak masalah, tergantung atasan langsung. Absen bisa dirapel. Mau pakai kaos seharian? Monggo. Akses internet lancar.

Tapi, sekarang saya sudah tidak lagi disana. Sudah nyaris sepekan ini saya pindah ke unit eselon II yang lain. Kali ini suasananya berbeda. Koneksi internet pun lambat. Kalau ditanya, apa beda kerja dikantor sekarang dengan sebelumnya? Paling saya jawab, kalau sekarang seperti bekerja dengan suasana kantor, sementara sebelumnya bekerja dengan suasana rumah.

duduk dihalaman 17:42