Halaman Mungil Penuh Cinta dan Harap

Sebuah halaman dapat memperindah sebuah rumah, begitu juga sebaliknya, halaman dapat membuat rumah menjadi tampak buruk. Halaman ini diharapkan akan memperindah sebuah rumah mungil yang damai dengan cinta dan harapnya. Cinta yang bersumber dan didedikasikan pada DIA yang penuh cinta. Harap akan abadinya cinta itu hingga di jannah NYA kelak.

Detak kalA


Bahagia di halamaN

Saya, seorang manusia biasa diawal tiga dasawarsa yang dipanggil abi oleh anak-anak yang lucu: afifah hamasatunnisa, yang disebut dan menyebut dirinya dengan kakak atau iffah, lahir di bogor 4 desember 2001, ahmad alfaqih yang dipanggil Aa' atau faqih, lahir di bogor 13 april 2003, Aqil Abdurrahman, lahir di bogor 23 Januari 2005, yang menyebut dirinya sendiri ,dan kami ikuti, dengan sebutan Baba, serta Ahmad Yasin, lahir di Bogor, 10 Januari 2005, yang biasa kami panggi Acin atau Dede'. Beristrikan seorang wanita shalihah yang dipanggil ummi oleh kedua orang anaknya.


Setetes embuN

by wdcreezz.com

Nama :

Email/URL :

Kata :



Halaman tetanggA

puji balq gre lies rahman ihsan dee ami viTa adhi abu abdurrahman tyas iinanto hendra singarinjani otty diah assa_solo arifiani braunschweiger swasmi t.w. iman bril linda hidayat nikeyudi keluarga izza uyet bagas atta abhiray dey dita *)Iin adionggo ochan aisya hanum ARS dina erwin hanan ine

Embun segaR

Keajaiban Al-Qur'an Pusat Konsultasi Syariah Partai Keadilan Sejahtera Pusat Informasi Palestina Tempo Interaktif Detik Hidayatullah Media Indonesia Republika Era Muslim

Obrolan tetanggA


Kebun bungA

September 2003
November 2003
January 2004
February 2004
March 2004
April 2004
May 2004
June 2004
July 2004
August 2004
September 2004
October 2004
November 2004
December 2004
January 2005
February 2005
March 2005
May 2005
June 2005
September 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
September 2006
December 2006
January 2007
February 2007
May 2007
June 2009
May 2011

Pencinta alamI

Free Web Page Hit Counters
Sejak 11 Mei 2005



Tukang kebuN

 Blognya Indonesian Muslim Blogger�E BlogFam Community

27 January 2006

ADAM AIR? Nggak Lagi Deh!

Image hosting by Photobucket
Tadi malam, berita di TV7, beberapa penumpang marah-marah di Bandara terhadap petugas dari maskapai penerbangan Adam Air. Saya tidak terlalu menyimak apa penyebabnya. Berita ini mengingatkan saya terhadap pengalaman tidak mengenakkan saya dengan Adam Air sekitar sebulan lalu.

Hari itu, 20 Desember 2005 (tepat saat ulang tahun Adam Air!), saya sudah mendapatkan tiket untuk terbang ke Palembang, untuk perjalanan dinas bersama seorang kawan, dengan Adam Air. Pesawat dijadwalkan terbang dari Bandara Sukarno-Hatta pukul 07.15, dan di tiket sudah ditetapkan batas terakhir untuk check in adalah 45 menit sebelum pesawat berangkat; berarti pukul 06.30. Saya memang agak terlambat datang ke Bandara, tapi masih dalam batas waktu check in.

Keanehan pertama saya temui ketika masuk ke bandara dan mencari di deretan meja check in Adam Air, sudah tidak ada tulisan untuk jurusan Palembang. Padahal saat itu belum lagi pukul 06.30. Melihat kami memegang tiket Adam Air sambil kebingungan, seorang petugas Adam Air menanyakan tujuan kami. Setelah kami menyebutkan tujuan, saya merasakan kembali keanehan kedua ketika dia langsung meminta tiket kami dan segera melihat jam di bandara, dan segera menuliskan 06.28 (waktu bandara saat itu) dan kemudian meminta kami untuk menunggu sebentar. Keanehan yang saya rasakan semakin besar, dan akhirnya menimbulkan kecurigaan bahwa ada sesuatu yang tidak beres, ketika saya lihat petugas itu berbincang cukup serius dengan seseorang yang membawa HT. Kemudian dia dan petugas yang membawa HT, yang saya duga adalah orang yang bertanggungjawab di meja check ini itu mendatangi kami.

Yang terjadi selanjutnya, kecurigaan saya menemukan jawabannya. Orang yang membawa HT itu mengatakan bahwa sheet untuk ke Palembang tinggal satu! Tentu saja kami tidak bisa menerima, tapi kami tetap tenang dalam berargumen. Orang itu menerangkan, bahwa pesawat yang ke Palembang di ganti jenisnya sehingga kapasitasnya berkurang. Sebuah alasan yang tidak masuk akal, dan tentu saja kami tidak percaya. Ganti pesawat jenis apa yang berkurangnya cuma satu sheet?

Setelah berdebat beberapa saat, orang itu tetap berkeras untuk hanya bisa membawa satu orang saja diantara kami, dan dia akan mencarikan satu orang lagi tiket di masakapai penerbangan lain. Kawan saya menduga, kemungkinan sheet itu telah dijual di bandara, yang tentu saja harganya lebih tinggi dari pada tiket yang kami dapatkan dengan price yang paling murah. Jadi, untung dua kali. Dari selisih harga tiket kami dan harga tiket murah sesama maskapai penerbangan di Bandara. Akhirnya, karena waktu semakin mendesak, sementara tugas di Palembang harus dikerjakan hari itu juga, kami mengalah dengan saya berangkat duluan, sementara kawan saya pasrah untuk diusahakan tiket maskapai penerbangan lain, dan yang terdekat adalah Sriwijaya Air yang akan terbang pukul 08.30, yang kami tahu harga tiket untuk umumnya lebih murah dari Adam Air.

Jadilah saya boarding duluan. Dan kekecewaan terhadap Adam Air bertambah, karena penerbangan terlambat dari waktu yang dijadwalkan. Bahkan ketika sudah meninggalkan tempat parkir, dan pramugari telah memeragakan cara memakai pelampung, pesawat masih kembali ke tempat parkir, karena ada masalah teknis. Alhasil saya tiba di Palembang tidak berselisih jauh dengan kawan yang akhirnya berhasil mendapatkan tiket Sriwijaya Air pukul 08.30, dengan kawan tersebut mendapat snack dari Sriwijaya Air, sedangkan saya hanya mendapatkan segelas air kemasan Cap Adam Air.

Setelah peristiwa itu, kalau saya harus melakukan penerbangan lagi, kalau bisa jangan Adam Air deh.

duduk dihalaman 08:08