ah, Terharu
Kemarin, seperti biasa, bus jemputan beranjak dari pelataran kantor pukul 16.47. Perjalanan relatif lancar. Memasuki wilayah Cibubur di tol Jagorawi, hujan mulai turun, dan semakin deras ketika memasuki wilayah Bogor. Ditambah dengan supir yang bukan biasanya, jadilah perjalanan bertambah lambat.
Sampai di pintu tol Citeureup, mobil antri cukup panjang. Belum lagi pelayanan di sini yang, setidaknya menurut saya, lambat. Jadilah baru pukul 18.10 masuk ke perumahan. Padahal biasanya pukul 18.00 sudah tiba di ujung jalan tempat biasa turun.
Mendekati tempat turun, hujan belum lagi reda. Terbayang tubuh yang ringkih masih saja sakit dan sedikit demam sejak dua hari sebelumnya. Tidak terbayang untuk dijemput perempuan terkasih dirumah. Dia harus menjaga tiga anak kami, terlebih adek masih sakit.
Bus berhenti di ujung jalan. Bersegera turun dari bus, dengan menempatkan plastik belanjaan diatas kepala, menghindari curahan hujan langsung kekepala, sembari kepala sedikit merunduk. Tiba-tiba, ada payung disodorkan dihadapan, sembari terdengar suara mungil dan ceria "Abi, payung.."
Saya terdongak. Kaget. Sama sekali tidak menduga. Berdiri dihadapan dua permata hati, Iffah dan Faqih dengan mengenakan jas hujan dan membawakan payung. Lalu beriringanlah kami pulang. Mereka dengan keceriaan khas bocah yang menemukan air mengalir, saya dengan keharuan yang sukar dilukiskan. Dirumah, perempuan terkasih memberitahu, bahwa mereka sudah sekitar sepuluh menit menunggu di ujung jalan, berteduh sambil bermain di rumah tetangga.
Sampai beberapa saat setelah itu, saya hampir tak mampu berkata apapun terhadap mereka. Apapun tingkah diperbuat, hanya mampu menatap haru-bahagia seraya tersenyum.
Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrata a'yun, waj 'alna lil muttaqiina imaamaa.
Gambar diambil dari
sini.