
Tidak. Saya tidak akan membahas IPDN sekarang. Sudah basi. Sudah banyak juga yang bahas. Saya cuma teringat masa-masa militer begitu
powerful dulu.
Militer a.k.a ABRI (kalau bahasa
underground pada masa itu biasa juga disebut "SOBRI") pernah menguasai hampir semua lini kehidupan. Hampir semuanya dimiliterkan juga. Mau jadi PNS saja, harus Latsarmil dulu. Sampai muncul anekdot terkenal soal "Kaki Terinjak".
Saya termasuk yang turut menikmati masa-masa itu. Ya, saya "Anak Kolong". Tidak pernah khawatir badan kelihatan kekecilan naik motor tanpa SIM. Apalagi kalau cuma sama Polsek dekat rumah :)
Tapi, itu dulu. Sekarang militer sudah tidak seberkuasa dulu. Tapi, saya heran, kok masih ada saja yang berusaha melestarikannya. Seperti kejadian yang saya lihat suatu pagi di depan Kantor Pusat Pegadaian seputaran Salemba-Kramat.
Satpam nya orang sipil. Apalagi pejabatnya. Tapi kok masih hormat tegap ala militer ketika mobil sang pejabat lewat?
Negeri yang aneh.